Hari Valentine, Perusak Generasi

Hari Valentine, Perusak Generasi
Oleh : Nina Iryani S.Pd
Dilansir dari id.m.wikipedia.org. hari valentinus atau hari Valentin (Valentine’s Day) disebut juga hari kasih sayang, dirayakan setiap tanggal 14 Februari, sebagai hari pesta, kristen yang menghormati satu atau dua martir Kristen bernama Santo Valentinus dan melalui tradisi rakyat menjadi perayaan kasih sayang yang signifikan dalam budaya, agama dan komersil di banyak bagian dunia.
Ada beberapa kisah Martirdom yang diasosiasikan dengan berbagai Santo Valentinus yang terkait dengan 14 Februari, termasuk catatan pemenjaraan Santo Valentinus di Roma karena melayani orang Kristen yang ditindas oleh kerajaan Romawi pada abad ke-3. Menurut tradisi kuno, Santo Valentinus mengembalikan penglihatan anak perempuan dari pemenjaranya. Penambahan-penambahan ke legenda pada abad ke-18 mengklaim bahwa dia menulis surat ke anak perempuan pemenjaranya yang ditandatangani ‘valentine-mu’ sebagai pamitan sebelum eksekusi, salah satu tradisi lain mengatakan bahwa Santo Valentinus melaksanakan Sakramen pernikahan untuk prajurit Kristen yang ditentukan tidak boleh menikah.
Sakramen Gelasia (abad ke-8) mencatat perayaan Hari Raya Santo Valentinus pada 14 Februari. Hari ini dikaitkan dengan pencitraan pada abad ke-14 dan 15 ketika gagasan Cinta Bahaduri berkembang, kelihatannya karena asosiasi dengan ‘burung cinta’ pada awal musim semi. Di Inggris abad ke-18, kekasih mengekspresikan cintanya satu sama lain dengan memberikan bunga bunga, kembang gula, dan mengirim kartu ucapan (dinamakan Valentine). Simbol modern Valentine antara lain termasuk sketsa hati, burung dara dan figur Cupid bersayap. Sejak abad ke-19, sebagian kartu ucapan tulis tangan digantikan kartu ucapan yang diproduksi secara massal. Di Italia, kunci Santo Valentinus diberikan ke kekasih sebagai simbol percintaan dan ajakan untuk membuka hati pemberi. Dan anak untuk menangkal epilepsi (dinamakan penyakit Santo Valentinus).
Acara-acara yang dibuat di perayaan 14 Februari ini sangat berkaitan erat dengan pacaran, berzina, pesta hura-hura, selingkuh, berpesta miras dan segala bentuk kasih sayang palsu yang menjerumuskan pada perbuatan dosa dalam Islam, menyebarkan penyakit kelamin menular akibat berganti-ganti pasangan sex, menyebarkan beragam kebodohan berbalut cinta semu berujung penyesalan, merusak generasi muda dengan kehamilan yang tak di inginkan, menjamurnya angka kriminal efek cinta tak berbalas, hilang akal, tawuran remaja, stress, depresi bahkan bunuh diri.
Budaya 14 Februari Valentine ini adalah budaya buatan manusia yang direkayasa demi melanggengkan kebebasan berbicara, kebebasan berperilaku, kebebasan berkumpul dari ideologi kapitalis sekuler. Para pengusung teori dan ideologi ini tidak akan pernah berhenti hingga kita umat Islam mengikuti mereka. Padahal sistem dan ajaran Valentine’s Day ini terbukti akurat perusak generasi, pembuat onar, perusak kesehatan masyarakat dan negara, penghancur rumah tangga, perusak mental pribadi, bahkan perusak tatanan kebahagiaan dunia akhirat bagi umat.
Allah SWT berfirman:
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah,mereka mencintainya sebagimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintainya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya niscaya mereka menyesal”
(TQS. Al-Baqarah ayat 165).
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah, ‘jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”
(TQS. At-taubah ayat 24).
Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah. Diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui”
(TQS. Al-Maidah ayat 54).
Begitu jelasnya Allah melarang perbuatan-perbuatan merugikan umat, salah satu nya adalah Valentine’s Day. Mengikuti acara-acara Valentine’s Day dalam bentuk apapun sama hal nya kita mengikuti gaya hidup orang-orang sekuler kapitalis sama hal nya dengan merusak diri sendiri dan orang lain.
Jika mengaku Islam dan mencintai Allah dan Rasul-Nya tentu akan berpegang teguh pada ajaran agama Islam, menjauhi Valentine’s Day yang jelas merusak generasi.
Tugas kita adalah:
1. Kabarkan bahwa Valentine’s Day itu rusak dan merusak generasi.
2. Dekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya dengan terus menimba ilmu-ilmu yang bermanfaat terutama ilmu agama Islam.
3. Sampaikan kebenaran walaupun pahit terutama buruknya Valentine’s Day.
4. Berdakwah dan berjuang bersama-sama keluarga, masyarakat dan negara untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam hingga Islam diterapkan secara kaffah.
5. Menjadi anshorulloh gapai mulia bahagia dunia akhirat.
Saatnya kembali pada Islam kaffah, entaskan Valentine’s Day dan sistem sekuler kapitalis sejahtera seluruh umat manusia dunia akhirat.
Wallohu’alam bissawab
from Suara Inqilabi https://ift.tt/MmFArdg
February 16, 2025 at 02:12PM
Belum ada Komentar untuk "Hari Valentine, Perusak Generasi"
Posting Komentar