PPN Naik, Derita Rakyat makin Menghimpit

PPN Naik, Derita Rakyat makin Menghimpit
Oleh: Mariyam Sundari
(Jurnalis Komunikasi Penyiaran Ideologis)
Dilansir dari Beritasatu.com (16/12/24) bahwa Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan kenaikan tarif PPN sebesar satu persen dari 11 menjadi 12 persen yang dinilai dapat mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo dalam bidang pangan dan energi. Selain itu juga untuk menopang program makan bergizi gratis karena memerlukan pendanaan jumbo dalam APBN 2025 tahun depan alokasi anggaran mencapai Rp 71 triliun.
Lantas, dengan kenaikan PPN ini benarkah demi menyejahterakan masyarakat dengan dalih untuk menopang program makan bergizi gratis? Lagi-lagi rakyat yang harus menanggung beban pembiayaan atas nama pajak. Bukankah rakyat itu punya hak untuk dilayani, difasilitasi, dijamin, dan dimudahkan dalam berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Jika rakyat yang harus menanggung fasilitas negara, mana tanggung jawab penguasa terhadap rakyat?.
Mungkin, bagi rakyat yang kaya barangkali bisa memberikan pajak, tapi bagaimana dengan masyarakat yang ekonominya pas-pasan yang makan saja mereka harus peras keringat banting tulang setiap hari. Rakyat yang fakir miskin seharusnya mendapatkan jaminan yang layak dari negara, bukan malah terus disengsarakan. Inikah yang dinamakan keadilan dalam menyejahterakan rakyat? Justru sebaliknya, rakyat semakin mendapatkan penderitaan yang berkepanjangan dan tidak pernah ada kesudahan. Sebenarnya rakyat sudah banyak protes karena tidak menerima putusan yang memberatkan hidup, seperti PPN naik. Namun, negara tetap mengabaikan suara rakyat.
Tidak dipungkiri memang beginilah hidup dalam sistem kapitalis sekuler, yang jauh dari ranah agama dalam kehidupan. Kemanfaatan adalah yang dijadikan sebagai tolok ukurnya. Sehingga, mengukur kesejahteraan masyarakat dengan cara mengambil keuntungan atau bisnis, akhirnya dari salah satu pihak ada yang merasa dirugikan. Jelas cara sistem seperti ini akan terus menjadikan rakyat kesusahan tiada kesudahan. Kecuali adanya perubahan dalam sistem yang sempurna, tidak lain yaitu sistem Islam yang sumbernya dari Allah dan Rasul-Nya.
Rakyat sudah bosan dan tidak sabar ingin segera mengubah sistem kapitalis buatan manusia yang diadopsi negara saat ini dengan sistem Islam. Hanya aturan Islamlah yang akan mampu menjadikan pemimpin sebagai _ra’in_ dan _junnah_ yang akan mengatur relasi antara penguasa dengan rakyat. Memang sudah menjadi tanggung jawab negara untuk mengurus rakyatnya, menjadikan sejahtera dari individu per individu. Juga, pemimpin dalam Islam akan membuat kebijakan adil serta tidak membuat rakyat menderita, apalagi berkepanjangan. Oleh sebab itu, hanya aturan Allah sajalah yang seharusnya diterapkan di muka bumi ini, bukan aturan manusia yang mudah berubah dan buat derita rakyat. []
Wallahu’alam bish-shawwab
from Suara Inqilabi https://ift.tt/248JICL
January 02, 2025 at 01:08PM
Belum ada Komentar untuk "PPN Naik, Derita Rakyat makin Menghimpit"
Posting Komentar