BELA RAKYAT TOLAK KENAIKAN PPN, GEN Z BUTUH KESADARAN POLITIK ISLAM

BELA RAKYAT TOLAK KENAIKAN PPN, GEN Z BUTUH KESADARAN POLITIK ISLAM
Berliana Sukma Fadzilah
Mahasiswa
Kenaikan PPN menjadi 12% telah ditetapkan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan mulai berlaku sejak 1 Januari 2025 mendatang. Kebijakan ini tentu mendapat respon dari berbagai pihak termasuk kalangan mahasiswa, dalam hal ini Gen Z. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di berbagai titik. Bahkan, para akademisi, penggemar K-pop (K-popers), pecinta anime Jepang (wibu) juga turut menyuarakan aksi mereka menolak kenaikan PPN di depan Istana Merdeka, Kamis (19/12/24).
Dikutip dari beritajatim.com, Presiden BEM Unair, Aulia Thariq Akbar, menyebut bahwa kebijakan kenaikan PPN dirumuskan tanpa melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif. Kondisi ekonomi masyarakat juga belum baik. Banyak masyarakat kelas menengah yang turun ke kelas bawah. Pemerintah juga berbohong dalam menyampaikan kebijakan ini. Awalnya hanya barang mewah saja yang dikenai kenaikan PPN, tetapi setelah keluar daftar resmi barang yang terkena dampak kenaikan PPN, kebutuhan pokok juga akan terdampak.
Sudah seharusnya Gen Z peduli terhadap kebijakan yang menyengsarakan rakyat karena Gen Z adalah salah satu kekuatan umat dalam mewujudkan perubahan. Golongan usia muda ini dianggap membawa keberhasilan karena suaranya menjadi yang terbesar setelah kaum milenial. Gen Z memiliki karakter yang berjiwa sosial tinggi, keterampilan teknologi yang mumpuni, dan nilai-nilai yang progresif serta inklusif, menjadikannya berpotensi besar mendorong perubahan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Penolakan Gen Z atas kebijakan ini harus didasarkan pada kesadaran yang sahih atas rusaknya sistem kehidupan hari ini. Sistem politik demokrasi justru menjadi penyebab rusaknya tatanan kehidupan. Terbukti sejak awal kemerdekaan sampai hari ini, demokrasi tidak membawa kesejahteraan. Sebaliknya, persoalan kehidupan makin memprihatinkan. Kemiskinan, kriminalitas, kebodohan, pengangguran, harga kebutuhan hidup terus naik angkanya.
Kesadaran politik harus dibangun dengan memahami akar persoalan yang terus-menerus menimpa umat di negeri ini. Dengan intelektualitasnya yang tinggi, Gen Z harus mampu meneropong persoalan yang kompleks ini adalah hasil dari sistem yang rusak. Berganti-ganti kepala negara dan daerah tidak menyelesaikan masalah. Sebab, yang harus diganti adalah sistem yang rusak dan merusak, yaitu sistem demokrasi. Oleh karenanya, umat butuh sistem dan peraturan yang sahih, yang mampu menyejahterakan rakyat dengan seadil-adilnya, yaitu sistem politik Islam.
Gen Z wajib melek politik dengan memahami Islam secara kaffah. Sistem politik Islam adalah mekanisme pengaturan urusan umat manusia agar dapat terselesaikan dengan bijak dan adil. Kebutuhan umat akan terpenuhi dengan sebaik-baiknya kebijakan dari penguasa yang menerapkan syariat Islam dalam bingkai Khilafah. Iman dan ketaqwaan yang tinggi merupakan motivasi dalam berpolitik sehingga seseorang akan merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. dan tidak berani berbuat maksiat.
Pendidikan politik menjadi penting bagi Gen Z. Terlebih, Islam memiliki sistem pendidikan Islam yang sahih dan unggul, tidak hanya memberikan kompetensi (skill), tetapi juga memberikan sudut pandang yang benar agar politik dapat diarahkan untuk mengelola urusan rakyat, bukan memperdaya rakyat dan memperkaya golongan. Hal ini sangat mungkin karena kurikulum pendidikan secara keseluruhan didasarkan pada akidah Islam. Para peserta didik akan dibentuk kepribadian Islamnya. Kepribadian Islami (asy-syakhshiyyah al-islâmiyyah) sebagai hasil dari pendidikan Islam memiliki dua karakter utama, yakni pola pikir islami (al-‘aqliyyah al-islamiyyah) dan pola sikap islami (an-nafsiyyah al-islâmiyyah).
Dalam rangka memahami politik Islam, Gen Z harus tergabung parpol Islam yang mengedukasi umat tentang politik. Parpol ini bertujuan membangun kehidupan bermasyarakat dan bernegara, serta mewujudkan tata kelola dunia yang baru, berbeda dengan sistem demokrasi. Parpol Islam yang sahih ini memiliki beberapa kriteria, diantaranya, pertama, parpol tersebut harus memiliki fikrah (ide-ide, pemikiran) yang jelas dan ideologi yang sahih, yakni Islam. Kedua, partai tersebut harus memiliki thariqah (metode, tata cara) perubahan yang sesuai dengan problematika kehidupan dan metode dakwah Rasulullah saw. Ketiga, ikatan yang diemban dalam parpol tersebut haruslah ikatan akidah Islam karena merupakan satu-satunya ikatan yang mampu mengikat antar anggotanya dengan kuat. Selain ikatan tersebut, misalnya ikatan kebangsaan atau kemaslahatan adalah ikatan yang rapuh dan bathil karena bersifat sementara. Keempat, fikrah dan thariqah harus terpatri kuat dalam sanubari tiap anggota parpol sehingga orang-orang menjadi anggota parpol karena pemikirannya, bukan karena ketenarannya, ketokohannya, kepakarannya, apalagi jabatannya. Dengan demikiran, para pemuda dalam hal ini Gen Z dapat menjadikan parpol berideologi Islam ini sebagai wadah perjuangan untuk kebangkitan dan masa depan umat.
Wallahu’alam bish-shawwab
from Suara Inqilabi https://ift.tt/U2bC3oz
January 02, 2025 at 01:07PM
Belum ada Komentar untuk "BELA RAKYAT TOLAK KENAIKAN PPN, GEN Z BUTUH KESADARAN POLITIK ISLAM"
Posting Komentar