Ibu Sosok yang Dimuliakan

Ibu Sosok yang Dimuliakan
Oleh: Sumi
(Pemerhati Sosial, Ibu 1 anak)
Tahun 2024 ini dunia merayakan hari ibu yang ke 96 tahun, dengan tema peringatannya “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”. Apa kabar ibu-ibu Indonesia, apakah mereka sudah berdaya dan maju?
Ibu di Tengah Kemelut Sistem Rusak
Harapan setiap ibu, pasti ingin menjadi ibu yang berdaya, maju dan bahagia. Tapi faktanya, tidak sedikit ibu-ibu di tengah masyarakat yang mengalami tindak kekerasan dari orang terdekatnya. Bahkan banyak ibu yang meregang nyawa di tangan orang terkasihnya.
Salah satu faktanya yang terjadi di Kuningan. Warga Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan dibuat heboh dengan tewasnya Idah Caski (59 tahun). Dia ditemukan di dalam rumahnya dengan kondisi tubuh bersimbah darah, Senin (16/12/2024) pagi. Diduga Idah tewas dibunuh oleh anak kandungnya sendiri berinisial S (36 tahun) yang selama ini dikenal mengalami gangguan jiwa (Tribunnews.com,17/12/2024).
Selain itu, ternyata banyak ibu yang harus berubah dari tulang rusuk menjadi tulang punggung. Banyak para ibu yang pergi pagi pulang malam, bahkan pergi ke luar negeri untuk mengais rezeki. Sungguh kondisi yang memprihatinkan.
Apalagi kalau kita cermati slogan peringatan hari Ibu tahun 2024 yang mengambil tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”. Tema tersebut ternyata mengarah kepada kemajuan perempuan secara ekonomi dan berdaya. Berdaya dalam arti perempuan mampu menggunakan potensi dirinya di dunia kerja untuk menafkahi diri dan keluarga.
Tidak heran banyak perempuan termasuk kaum ibu yang termakan slogan-slogan palsu seperti, kebebasan perempuan, pemberdayaan ekonomi perempuan, aktualisasi diri dan lain-lain.
Akhirnya banyak ibu yang tercerabut fitrahnya. Seorang ibu pada dasarnya fokus pada keluarganya yakni menjadi pendidik generasi dan pengurus rumah tangga. Posisi ini tidak tergantikan oleh siapa pun, termasuk para pengasuh sekalipun.
Asuhan dan didikan seorang ibu kepada anak-anaknya termasuk kasih sayangnya akan membentuk pribadi anak kuat. Hal ini akan membuat kuatnya ketahanan keluarga. Keluarga yang kuat akan mampu menghadirkan kualitas generasi yang kuat pula. Di sinilah peran penting hadirnya seorang ibu di tengah keluarga.
Akan tetapi, dengan sistem yang diterapkan saat ini, peran ibu malah dihilangkan. Akibatnya kapitalisme telah merusak generasi, bukan hanya seorang ibu.
Islam Memuliakan Ibu
Melihat fakta yang terjadi. Tampak dengan jelas, bahwa ini semua terjadi ketika agama tidak dijadikan pandangan hidup. Karena walaupun Indonesia penduduknya mayoritas muslim, tetapi pengaturan kehidupannya tidak menggunakan agama (Islam), melainkan menggunakan ideologi sekuler kapitalisme. Agama dijauhkan dari kehidupan, peran perempuan termasuk kaum ibu dilihat dari kemampuan mereka meningkatkan putaran roda ekonomi. Mereka berpikir bagaimana bisa bekerja dan menghasilkan uang.
Akibatnya banyak kaum ibu yang tertekan secara psikis dan fisik akibat sibuk bekerja, ada juga yang mendapatkan pelecehan, bahkan sampai dieksploitasi.
Padahal di dalam Islam sudah sangat jelas, bagaimana seorang ibu itu memiliki kedudukan yang sangat istimewa dan mulia. Bahkan kedudukan ibu 3x lebih utama daripada seorang ayah. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits. Dari Abu Hurairah ra, Beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi saw menjawab, ‘ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi saw menjawab, ‘ibumu!’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi saw menjawab, ‘Kemudian ayahmu”
(HR. Bukhari No.5971 dan Muslim No.2548).
Hadits ini menunjukkan rasa hormat kita harus lebih tinggi kepada ibu. Kecintaan dan kasih sayang kepada ibu juga harus lebih besar daripada kepada ayah. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada ayah.
Islam menetapkan tugas dan peran strategis perempuan pada fungsi keibuannya.
Sebagaimana sebuah ungkapan , Al-Ummu hiyal madrasatul uula (Ibu adalah sekolah pertama).
Karena dari rahim seorang ibu akan lahir generasi-generasi calon pengisi peradaban.
Ketika seorang perempuan mengabdikan dirinya untuk merawat, membesarkan dan mendidik putra-putrinya dengan baik, maka dari mereka lahir generasi sehat dan berkualitas.
Sebagaimana halnya bunda Imam Syafi’e, yakni Fatimah binti Ubaidillah dari tangan beliaulah lahir seorang imam besar. Beliau ahli fikih dan hafal al-Qur’an pada usia 7 tahun. Seorang imam yang melahirkan karya fenomenal yaitu kitab al-Umm.
Semoga kita dan ibu-ibu lainnya menjadi bagian dari para perempuan yang mengotimalkan kodratnya sebagai ibu pelahir generasi. Menjadi bagian dari ibu pejuang yang selalu menyuarakan kebenaran Islam. Hanya Islam yang mampu memuliakan ibu.
Dimana letak jelaga
Jelaga terletak pada sumbu
Dimana letak surga
Surga di telapak kaki ibu.
Wallahu’alam bish-shawwab
from Suara Inqilabi https://ift.tt/msJhEzk
January 01, 2025 at 04:50PM
Belum ada Komentar untuk "Ibu Sosok yang Dimuliakan"
Posting Komentar