KADO TERINDAH UNTUK GURUKU TERSAYANG

KADO TERINDAH UNTUK GURUKU TERSAYANG
Oleh: Isar Sarwati, S.Pd
Pendidik Generasi
Perbincangan mengenai kenaikan gaji dan tunjangan, khususnya bagi para guru, seringkali menjadi topik hangat. Pemerintah seringkali mengklaim bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para Guru yang ada di Seluruh Indonesia. Yang menjadikan ini sebagai kado di hari jadi guru nasional yang ke 79 di tahun 2024 yang akan di berikan oleh presiden terpilih. Namun, benarkah kenaikan gaji dan tunjangan akan benar-benar terealisasi?.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan akan menaikkan gaji guru pada puncak Hari Guru Nasional. Namun belakangan organisasi guru dan aktivis pendidikan mempertanyakan rencana tersebut.Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Koordinator guru Satriwan Salim mengungkapkan pernyataan Prabowo tersebut dapat dimaknai berbeda oleh para guru di lapangan.”Ini menimbulkan multi tafsir menimbulkan harap-harap cemas dan kegalauan dari para guru ASN,” ujar Satriwan. (detik.com, 30-11-2024)
Selain itu, organisasi guru juga meminta Prabowo untuk meluruskan pernyataan menaikkan tunjangan profesi bagi guru non-ASN menjadi Rp 2 juta. Sementara itu Satriawan mengungkapkan sebenarnya sejak kebijakan tunjangan tersebut dimulai pada 2008 lalu, guru swasta dan guru honorer yang lulus sertifikasi telah mendapat sebesar Rp 1,5 juta. Jadi kenaikan sebenarnya adalah sebesar Rp 500 ribu.
“Memang tidak pernah naik sejak tahun 2008. Tapi perlu diluruskan karena banyak beredar di media sosial narasi Presiden naikkan tunjangan profesi guru honorer sebesar Rp 2 juta, bukan menaikkan sebesar Rp 2 juta, itu keliru ya,” katanya.
Dari permasalahan dari kenaikan gaji tunjangan memberikan dampak yang bisa mempengaruhi kenaikan kesejahteraan khususnya bagi guru, dari kutipan tulisan di atas dapat kita tarik benang merahnya bahwa kenaikan gaji untuk guru non ASN adalah 500 ribu rupiah, dan bagi guru ASN di sesuaikan dengan gaji pokok perbulannya dan tidak ada kenaikan dengan nominal 2 juta sebagaimana yang beredar selama ini di media sosial. dengan adanya permasalahan tersebut maka kita membutuhkan solusi yang bisa memecahkan masalah tersebut di mana permasalahan tersebut bisa di pecahkan dengan memberikan hak/ gaji yang semestinya di dapat oleh seorang guru yang telah menunaikan kewajibannya, dan dibutuhkannya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan termasuk dalam hal kesejahteraan guru dan peserta didiknya. Bahkan keberlangsungan pendidikan dinilai lebih penting dari militer, karena tanpa adanya pendidikan, anak akan tumbuh tanpa ilmu, dan bisa jadi mereka memiliki pemahaman yang sesat, sehingga akan membahayakan keamanan dan dapat menghancurkan generasi-generasi bangsa. Dan juga perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para guru khususnya guru non asn yang gajinya jauh dari kata sejahtera.
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, maka sepatutnya kita memberikan yang terbaik untuk bisa memberikan kesejahteraan dalam hidup mereka sebagai kado terindah. Selain itu juga di tangan-tangan gurulah peradaban dan masa depan bangsa anak-anak kita ada dalam genggaman mereka. Pengetahuan dan adab menjadi kunci keberhasilan sebuah bangsa. Maka menjadi sepatutnya lah pemerintah memperhatikan kesejahteraan para guru agar mereka bisa memberikan yang terbaik dalam tugasnya.
Kenaikan tunjangan tersebut tentu tidak akan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Pasalnya, banyak kebutuhan pokok yang membutuhkan biaya yang besar yang harus ditanggung oleh setiap individu termasuk guru. Fakta banyaknya guru yang terjerat pinjaman oline dan judi online juga banyak guru memiliki profesi yang lain menguatkan hal itu.
Hal ini terkait erat dengan sistem kehidupan yang diterapkan hari ini, di mana guru hanya dianggap seperti pekerja, sekedar faktor produksi dalam rantai produksi suatu barang.
Kesejahteraan guru tentunya berkaitan dengan kualitas pendidikan. Meskipun demikian kualitas pendidikan dipengaruhi oleh banyak hal, tidak hanya kesejahteraan guru. Selain kesejahteraan guru, kualitas pendidikan diantaranya juga dipengaruhi oleh kurikulum pendidikan yang diterapkan negara, penyediaan infrastruktur pendidikan dan kualitas guru dan lain-lain.
Sistem hari ini juga menjadikan negara tidak berperan sebagai pengurus (raa’in), dan hanya sebagai regulator dan fasilitator. Belum lagi penerapan sistem ekonomi yang menjadikan pengelolaan SDA dikuasai asing dan aseng, liberalisasi perdagangan, kapitalisasi layanan pendidikan dan kesehatan.
Islam sangat memperhatikan guru karena guru memiliki peran yang sangat penting dan strategis mencetak generasi yang berkualitas dan akan membangun bangsa dan menjaga peradaban. Allah telah melebihkan kedudukan orang-orang yang berilmu, tentu juga para pemberi ilmu
Penguasa dalam Islam adalah raa’in, yang memiliki tanggung jawab mengurus rakyatnya, dan seharusnya memiliki kepribadian Islam, khususnya kepribadian sebagai penguasa, akhliyah hukam (penguasa) dan nafsiyah hakim (pemutus perkara).
Wallahu a’lam bish-shawwab.
from Suara Inqilabi https://ift.tt/sMc8P43
December 15, 2024 at 04:33AM
Belum ada Komentar untuk "KADO TERINDAH UNTUK GURUKU TERSAYANG"
Posting Komentar