Generasi Sadis, Buah Penerapan Sistem Sekuler


Generasi Sadis, Buah Penerapan Sistem Sekuler

 Lala Imnidza

Seorang anak di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, menusuk ayah, nenek dan ibu dengan sebilah pisau. Peristiwa ini menyebabkan ayah dan nenek tewas. Sedangkan ibu pelaku mengalami luka parah. Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa pembunuhan berawal saat tetangga korban sekitar melihat ibu dari pelaku berada di luar rumah dengan kondisi berlumuran darah. Remaja itu juga disebut berupaya untuk membunuh ibunya. Pelaku kemudian melarikan diri ke luar komplek perumahan. Tetangga korban kemudian menelpon petugas keamanan kompleks. Menerima informasi warga, petugas keamanan kompleks langsung mengecek lokasi pembunuhan.

 

Beberapa faktor yang memengaruhi perilaku kejam pada generasi saat ini antara lain:

 

Pertama, pola asuh keluarga dalam sistem sekuler kapitalisme, orang tua sering menekankan pencapaian materi dan akademik tanpa memperhatikan pemahaman agama anak. Hal ini bisa menyebabkan stres, frustrasi, dan depresi pada anak, serta kurangnya penanaman akidah Islam.

 

Kedua, lingkungan sekolah dan masyarakat, sistem pendidikan sekuler dan budaya masyarakat yang permisif, seperti pergaulan bebas dan kekerasan, mendorong perilaku negatif. Nilai kesalehan pun hilang, digantikan dengan norma yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

 

Ketiga, kurangnya peran dan kontrol negara sistem pendidikan yang sekuler dan kurangnya pengawasan negara terhadap konten negatif menyebabkan generasi muda terpengaruh oleh hal-hal yang merusak moral, seperti kekerasan dan seks bebas. Pendidikan tidak lagi mengajarkan nilai-nilai agama, hanya fokus pada kebebasan dan materi.

 

Kerusakan generasi ini memerlukan solusi tersistem yang fundamental dengan menjadikan sistem Islam sebagai acuan dalam membentuk keluarga, masyarakat, dan negara yang berlandaskan nilai-nilai agama.

 

Lalu bagaimana negara islam meriayah umat?

 

Membangun generasi cerdas dan bertakwa adalah kewajiban negara sebagai penyelenggara sistem dan pelayan rakyat. Negara bertanggung jawab penuh atas pertumbuhan dan perkembangan generasi di bawah kontrol dan pengawasannya. Ini karena pelayanan dan pengurusan negara sangat berpengaruh pada pembentukan karakter generasi.

 

Sistem Islam akan terlaksana jika kepemimpinan Islam berfungsi dengan sempurna, yakni negara menjalankan kewajibannya sebagai ra’in (pengurus dan pelayan rakyat) dengan amanah. Semua faktor penyebab munculnya generasi sadis akan ditutup rapat dengan aturan Islam dalam berbagai aspek. Untuk membentuk generasi cerdas dan bertakwa, negara dengan kepemimpinan Islam akan menjalankan perannya sebagai berikut.

 

Pertama, menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam dan menjadikannya kurikulum inti di sekolah-sekolah. Tujuan kurikulum berbasis akidah Islam adalah membentuk generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan Islam. Negara menjadikan pendidikan sebagai layanan gratis yang dapat dinikmati seluruh anak di pelosok negeri. Dengan kurikulum berasas Islam, pendidikan gratis, fasilitas memadai, dan tenaga guru profesional, akan menjadi kolaborasi yang baik dalam menciptakan generasi unggul dalam imtak (iman dan takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).

 

Kedua, menerapkan sistem sosial dan pergaulan Islam. Di antara ketentuan Islam dalam menjaga pergaulan di lingkungan keluarga dan masyarakat ialah kewajiban menutup aurat dan berhijab syar’i bagi perempuan, larangan pacaran dan zina, larangan berkhalwat (berduaan dengan nonmahram), ikhtilat, dan sebagainya. Aturan ini dapat mencegah generasi berbuat maksiat dan berperilaku bebas.

 

Fungsi masyarakat sebagai kontrol sosial akan berjalan baik dengan pembiasaan amar makruf nahi mungkar. Negara akan memberikan edukasi secara berkala kepada masyarakat untuk membina keimanan mereka, serta memastikan masyarakat menjalankan ketaatannya kepada Allah Taala.

 

Ketiga, melakukan pengawasan pada media dan melarang peredaran tayangan yang tidak mendukung perkembangan generasi, seperti konten porno, film berbau sekuler liberal, media penyeru kemaksiatan, dan perbuatan apa saja yang mengarah pada pelanggaran terhadap syariat Islam.

 

Keempat, menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat melalui kemudahan akses dan pelayanan. Semisal, kemudahan dalam bekerja, harga pangan murah, harga tanah/rumah murah, dan layanan pendidikan dan kesehatan gratis. Dengan jaminan ini, penanggung nafkah tidak akan tertekan atau terbebani dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Para ibu bisa fokus menjalankan perannya sebagai ibu dan madrasah pertama bagi anak-anaknya dengan tenang tanpa dibayangi beban ekonomi keluarga.

 

Kelima, menerapkan sanksi hukum Islam yang tegas. Dalam pandangan Islam, tidak ada istilah anak di bawah umur ketika memasuki usia balig. Anak-anak yang sudah mukalaf (terbebani hukum) harus bertanggung jawab secara mandiri atas seluruh perbuatannya. Jika ada anak yang sudah balig berbuat kriminal, ia akan dihukum sesuai ketentuan Islam. Dengan penerapan sanksi ini, akan ada efek jera bagi pelaku.

 

Keenam, keluarga sebagai madrasah pertama dan utama. Orang tua harus memenuhi tanggung jawabnya dalam mendidik, mengasuh, mencukupi gizi, dan menjaga anak dengan basis keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Setiap keluarga muslim wajib menjadikan akidah Islam sebagai asas dalam mendidik anak. Dengan pendidikan berbasis akidah Islam akan terbentuk karakter iman dan ketaatan yang dapat mencegahnya berbuat maksiat. Anak juga diajarkan bertanggung jawab atas setiap perbuatannya sehingga akan terbentuk generasi yang mampu bersikap dewasa dengan menjadikan halal haram sebagai standar perbuatan.

 

Demikianlah gambaran sistem Islam kafah yang dijalankan negara Khilafah dalam melindungi dan memenuhi kebutuhan generasi sehingga menjadi generasi terbaik yang didamba dalam membangun peradaban Islam yang hebat.

 

Wallahu’alam bish-shawwab



from Suara Inqilabi https://ift.tt/05R3kF1
December 17, 2024 at 06:44PM

Belum ada Komentar untuk "Generasi Sadis, Buah Penerapan Sistem Sekuler"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel