Generasi Sadis Buah Sekularisme

Generasi Sadis Buah Sekularisme
Oleh Aning Mulyaningsih
Muslimah Peduli Generasi
Liputan 6.com melaporkan, seorang pedagang ditemukan tewas di sebuah toko perabot di kawasan duren sawit, Jakarta Timur. Dari hasil penyelidikan polisi, ternyata pelakunya adalah dua anak kandungnya sendiri yang berusia 16 tahun dan 17 tahun.
Kasus pembunuhan juga terjadi di Lampung, menurut Berita Satu.com, seorang pemuda Pesisir Barat Lampung berinisial SP (19 tahun) melakukan kekerasan terhadap ayah kandungnya yang menderita stroke hingga meninggal dunia. Menurut pengakuannya, pelaku kesal lantaran diminta untuk mengantarkan ayahnya ke kamar mandi. Anak tersebut memukuli ayahnya hingga berkali-kali sampai harus dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal. Pelaku ditangkap polisi saat sedang menghirup lem di sebuah rumah kosong yang ternyata sudah menjadi kebiasaannya.
Perilaku anak terhadap orang tua semakin jauh dari norma-norma agama. Perilakunya tidak menunjukkan sopan santun terhadap orang tua dan menjadi anak yang durhaka bahkan sampai menjadi pelaku pembunuhan terhadap orang tua sendiri. Pembunuhan anak terhadap orang tua menggambarkan rapuhnya keluarga dan rusaknya generasi sistem sekularisme kapitalisme saat ini telah merusak pandangan terhadap keluarga.
Sekularisme melahirkan manusia miskin iman yang tidak mampu mengontrol emosinya serta rapuh dan juga kosong jiwanya. Kapitalisme menjadikan materi sebagai tujuan sehingga abai terhadap kewajiban birrul walidaini/berbakti kepada orang tua. Sistem sekularisme yang tidak mengarahkan dan memahami birrul walidaini dalam kehidupan, lalu lahirlah generasi rusak dalam membangun hubungan dengan Allah maupun hubungan dengan manusia lainnya termasuk hubungan dengan orang tua.
Sistem sekularisme gagal memanusiakan manusia, fitrah dan akal manusia tidak terpelihara sehingga menjauhkan dari tujuan penciptaannya sebagai hamba dan khalifah pembawa rahmat bagi alam semesta. Sistem sekularisme juga memandang Islam sebagai agama ritual, telah menghilangkan jati diri generasi, yang memahami bahwa setiap perbuatan tidak akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Mereka berperilaku sebebasnya tanpa memandang halal dan haram. Mereka hanya berpikir bagaimana mendapatkan kesenangan dari materi sebanyak banyaknya. Orang tua pun dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Jika orang tuanya memberikan materi yang dia inginkan, orang tua akan disayang. Sebaliknya, jika orang tua sudah tua dan juga sakit-sakitan, mereka akan membuang sebagaimana dalam kasus tersebut.
Banyak orang yang mengalami kasus yang serupa. Tidak hormat terhadap orang tua dan sama-sama memandang orang tua dari manfaat semata. Inilah efek negara yang hanya berperan sebagai regulator, abai terhadap pembentukan kepribadian rakyatnya agar menjadi pribadi yang taat. Selama sistem sekularisme kapitalisme masih diterapkan, perilaku buruk terhadap orang tua akan terus ditemukan.
Berbeda dengan sistem Islam, sistem Islam bisa mendidik generasi yang memiliki kepribadian Islam yang bisa hormat terhadap orang tua dan juga bisa mengendalikan emosinya. Islam mengajarkan untuk hormat kepada orang tua seperti dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa anak yang berkata “uh” saja sudah dilarang apalagi sampai menyiksa dan membunuh orang tua. Rasulullah saw. juga bersabda, “Dosa besar yaitu menyekutukan Allah dan durhaka terhadap orang tua.” (HR Bukhori, Muslim, dan Tirmidzi).
Islam akan menjauhkan generasi dari kemaksiatan, melalui sistem pendidikan yang berlandaskan Islam, sehingga terbentuklah generasi yang berkepribadian Islam. Dari pola pikir hingga menentukan standar yang haram serta halal dan juga tidak akan berbuat jahat apalagi sampai membunuh orang tuanya sendiri. Pendidikan juga diberikan terhadap keluarga agar mereka memahami hak serta kewajiban terhadap keluarga.
Apabila masih ditemukan kasus seperti kasus tersebut, maka khilafah lah yang harus memberikan sanksi hingga menjadikan efek jera bagi pelaku. Sanksi ini akan mencegah yang lainnya agar tidak melakukan kejahatan yang serupa. Itulah sistem Islam yang menjadikan generasi taat dan senantiasa berbakti terhadap orang tua.
Wallahualam bissawab.
from Suara Inqilabi https://ift.tt/K7xDley
December 19, 2024 at 08:41AM
Belum ada Komentar untuk "Generasi Sadis Buah Sekularisme"
Posting Komentar