Hari Anak Dunia Tanpa Anak-Anak Palestina?


Hari Anak Dunia Tanpa Anak-Anak Palestina?

Oleh : Noviyuliyanti

 

Peringatan hari anak sedunia nyata menggambarkan standar ganda Barat soal hak anak. Setiap tanggal 20 November diperingati sebagai hari anak dunia yang diinisasi oleh Lembaga Internasionaldi bawah PBB adalah kedok menutupi ketidakpedulian mereka terhadap Nasib dan masa depan anak-anak di seluruh dunia. Seakan peduli terhadap anak-anak nyatanya tidak sama sekali.

 

Hari Anak Sedunia atau World Children’s Day diperingati setiap tanggal 20 November. Peringatan ini merupakan momen penting untuk merayakan hak-hak anak di seluruh dunia. UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) menjadi organisasi yang menginisiasi peringatan Hari Anak Sedunia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang kesejahteraan anak, serta mendorong tindakan global untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak. (detik.com, 19/11/24).

 

Melansir laman Perserikatan Bangsa-Bangsa, Hari Anak Sedunia pertama kali ditetapkan pada tahun 1954 sebagai Hari Anak Universal dan dirayakan pada tanggal 20 November setiap tahun untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Tanggal 20 November merupakan tanggal yang penting, karena pada tanggal tersebut, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak-Hak Anak pada tahun 1959. Tanggal tersebut juga merupakan tanggal pada tahun 1989 ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak-Hak Anak. Sejak tahun 1990, Hari Anak Sedunia juga menandai peringatan tanggal diadopsinya Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak oleh Majelis Umum PBB. (Kompas.tv, 19/11/24).

 

Pada tahun 2024, Tema Hari Anak Sedunia yakni “Dengarkan masa depan. Dukung hak-hak anak.” Tema ini dipilih sebagai bentuk kampanye mengajak orang dewasa untuk mendengarkan masa depan anak-anak. Dengan mendengarkan anak-anak, kita dapat memenuhi hak mereka untuk berekspresi, memahami ide-ide mereka untuk dunia yang lebih baik dan memasukkan prioritas mereka dalam tindakan kita saat ini. (nasional.kompas,com, 19/11/24).

 

Di saat bersamaan di hari anak dunia, anak-anak Palestina kehilangan hak nya. Anak-anak Palestina kehilangan hak perlindungan, hak makanan, hak Pendidikan, hak Kesehatan. Pengkhiatan nyata pada Nasib anak-anak Palestina. Sudah berapa pulihan ribu nyawa anak-anak Palestina yang di renggut oleh penjajah zionis Israel? Dan dunia masih tutup mata dengan ini.

 

Sedih dan pedih rasanya di hari yang sama anak-anak seluruh dunia bergembira sedangkan dibelahan dunia yang lain anak-anak Palestina berjuang untuk tetap hidup. Sudah lebih dari 400 hari dan sudah 40.000 lebih nyawa telah syahid termasuk anak-anak masih belum menggetarkan jiwa kaum muslimin di seluruh dunia untuk bersatu melawan penjajah zionis Israel. Dimanakah kaum Nabi Muhammad? Dimanakah kaum yang sempat menguasai 2/3 dunia dengan sistem Islam yang melahirkan Rahmat Allah? Masihkah terlelap? Masihkah enggan bangun dari mimpi buruk yang panjang?

 

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).’ (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Sulit sepertinya merasakan apa yang di rasa oleh saudara kita yang ada di Palestina dengan keadaan kondisi kita umat muslim di sekat-sekat dengan nama nasionalisme. Barat telah berhasil membuat kaum Muslim terkotak-kotakkan. Dengan sistem sekuler Barat lagi-lagi membuat kaum Muslim lupa bahwa mereka dulu pernah menjadi umat yang besar dan umat terbaik. Dan sistem sekuler juga yang membuat anak-anak Palestina tidak mendapatkan hak nya didunia. Kaum muslim sekarang merasa enggan peduli dengan saudara Muslimnya yang berbeda bendera. Padahal kata Rasulullah, kita ini satu tubuh. Tidak peduli ada dibelahan bumi manapun satu orang Muslimin merasakan sakit maka akan dirasakan oleh seluruh kaum Muslim.

 

Ada satu cara yang dapat membuat anak-anak Palestina mendapatkan hak nya didunia, yaitu Khilafah. Khilafah tidak akan pernah membiarkan nyawa satu anak pun hilang dengan sia-sia. Tidak ada anak-anak yang hidup di negara berdaulah Islam yang hidupnya tidak dijamin oleh negara. Khilafah akan melayani dan memberi fasilitas terbaik untuk anak-anak agar menjadi generasi yang cemerlang. Setiap hari di negara yang berdaulah Islam serasa hari anak karena Khalifah mencukupi makanannya, pendidikannya, dan juga keselamatannya.

 

Dan hanya Khilafah yang mampu menyelesaikan penjajahan zionis Israel di tanah Palestina. Dengan satu komando, satu pemimpin umat Islam pasti akan kuat melawan penjajah zionis Israel. Karena umat Muslim bagaikan satu tubuh yang tidak bisa tercerai berai jika bersatu. Persatuan umat muslim itu sangat perlu. Sudah saatnya kita sadar untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan sistem Islam yang mendatangkan Rahmat Allah keseluruh alam.

 

Wallahu ‘alam bishawab.



from Suara Inqilabi https://ift.tt/nAphxJ1
November 21, 2024 at 05:39AM

Belum ada Komentar untuk "Hari Anak Dunia Tanpa Anak-Anak Palestina?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel