Mahasiswa Menolak PPN harus Dibangun dengan Kesadaran Politik Islam

Mahasiswa Menolak PPN harus Dibangun dengan Kesadaran Politik Islam
Oleh: Nurfahmi Hidayah Lukman
Sebelumnya telah diberitakan, pemerintah resmi akan menerapkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen mulai 1 Januari 2025 sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Hal ini tentunya menimbulkan protes dari berbagai kalangan terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tersebut.
Protes bahkan tidak hanya datang dari kalangan aktivis mahasiswa saja, pencinta anime Jepang (Wibu) hingga penggemar Kpop atau budaya Korea (K-popers) turut menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan yang dinilai semakin membebani rakyat kecil di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. (Kompas.com, 19/12/2024)
Sementara itu, unggahan di Instagram dari komunitas BEM SI menunjukkan konsolidasi yang semakin kuat. Dalam seruan konsolidasi tersebut tertulis “Menyikapi isu yang sedang hangat di masyarakat, terkait kanaikan PPN (Pajak Penambahan Nilai) menjadi 12% yang sangat membebani masyarakat.
Pengawalan harus segera dilaksanakan agar rakyat tidak kembali menjadi korban. Maka kita sebagai mahasiswa harus segera berkonsolidasi merapatkan barisan untuk menolak hal tersebut”. (Akun Instagram BEM SI, 23/12/2024)
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (Presbem Unair), Aulia Thaariq Akbar, juga ikut secara tegas menyampaikan kritik terhadap kebijakan ini. Ia menyatakan bahwa kebijakan ini tidak hanya dirumuskan tanpa melibatkan partisipasi publik, tetapi juga akan berdampak signifikan pada meningkatnya beban ekonomi rakyat, terutama bagi golongan menengah ke bawah.
Selain itu, Aulia juga mengkritik penyampaian pemerintah dalam mensosialisasikan kenaikan PPN 12% cenderung penuh kebohongan. Karena pada awalnya pemerintah menyampaikan bahwa kenaikan PPN hanya berdampak pada barang mewah saja.
/ Kepedulian Gen Z /
Kepedulian Gen Z terhadap kebijakan yang menyengsarakan rakyat merupakan suatu keharusan. Mengingat Gen Z adalah salah satu kekuatan utama umat yang memiliki potensi besar dalam mewujudkan perubahan.
Sebagai generasi yang kritis dan sadar teknologi, mereka memiliki akses luas terhadap informasi sehingga mampu memahami dampak kebijakan yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu, sikap peduli ini harus diarahkan untuk menolak kebijakan-kebijakan zalim yang menjadi beban rakyat.
Namun, penolakan Gen Z terhadap kebijakan yang merugikan harus didasarkan pada kesadaran yang shahih tentang akar permasalahan, yaitu kerusakan sistem hari ini yang melahirkan kebijakan semacam itu.
Tidak cukup hanya menolak pungutan pajak yang memberatkan rakyat, tetapi juga menolak sistem kehidupan yang menjadi asas lahirnya kebijakan tersebut. Kapitalisme, dengan orientasi keuntungan semata, telah terbukti menciptakan ketimpangan, kemiskinan, dan penderitaan bagi mayoritas masyarakat.
/ Perubahan Dengan Landasan Yang Benar /
Oleh karena itu, pendidikan politik bagi Gen Z tidak boleh diabaikan. Dalam pandangan Islam, potensi Gen Z sebagai agen perubahan hakiki sangat besar.
Generasi muda ini perlu mendapatkan pembekalan tentang pentingnya memperjuangkan sistem Islam yang mampu memberikan solusi komprehensif terhadap berbagai permasalahan umat. Maka dengan ini, islam memiliki sistem pendidikan yang unik dan komprehensif untuk membekali Gen Z dengan berbagai ilmu yang membuat mereka produktif dan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat.
Pendidikan Islam tidak hanya mengutamakan penguasaan ilmu duniawi, tetapi juga membangun kesadaran ruhiyah dan pemahaman syar’i yang kuat. Melalui pendidikan ini, Gen Z dapat menjadi generasi yang berdaya saing tinggi, mandiri, dan mampu membawa perubahan bagi masyarakat.
Lebih dari itu, Islam juga memberikan perhatian khusus pada pendidikan politik Islam. Gen Z perlu memahami bagaimana Islam mengatur kehidupan masyarakat secara menyeluruh, termasuk dalam urusan politik, ekonomi, dan pemerintahan.
Pendidikan politik ini akan menjadi bekal mereka dalam memberikan kontribusi nyata pada perjuangan menegakkan Islam kaffah melalui penerapan syariat Islam secara totalitas dalam bingkai Khilafah. Demi mencapai perubahan yang hakiki, Gen Z harus bergabung dengan partai politik Islam yang berlandaskan ideologi Islam.
Melalui partai ini, mereka akan mendapatkan pendidikan politik yang terarah, memahami strategi perjuangan yang benar, dan bergerak secara kolektif untuk mengubah sistem yang ada. Partai politik Islam ideologis akan membimbing mereka menuju perubahan fundamental, yaitu kehidupan yang diatur sepenuhnya oleh Islam kaffah, sebagai solusi atas berbagai permasalahan umat.
Wallahu A’lam Bishowab[]
from Suara Inqilabi https://ift.tt/9ovAHln
January 12, 2025 at 04:20AM
Belum ada Komentar untuk "Mahasiswa Menolak PPN harus Dibangun dengan Kesadaran Politik Islam"
Posting Komentar