Awal tahun 2025 Palestina Masih Membara


Awal tahun 2025 Palestina Masih Membara

Oleh : Noviyuliyanti

 

Komisioner Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Minggu (22/12), mengatakan Israel telah melanggar semua peraturan perang di Jalur Gaza. Lazzarini menyoroti pelanggaran yang terus terjadi di Jalur Gaza, tempat Israel telah melancarkan serangan militer selama 14 bulan terakhir. “Eskalasi selama 24 jam terakhir, semakin banyak warga sipil dilaporkan tewas dan terluka,” tulisnya dalam unggahan di akun X miliknya. “Serangan terhadap sekolah dan rumah sakit telah menjadi hal biasa. Dunia tidak boleh menjadi kebal terhadap ini. Semua perang memiliki aturan, dan semua aturan itu telah dilanggar,” ungkapnya. (tirto.id, 02/01/25).

 

Sekitar 473 juta anak, atau lebih dari satu dari enam anak, diperkirakan tinggal di daerah konflik di seluruh dunia, menurut badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNICEF. Berdasarkan data UNICEF pada tahun 2023 sendiri, populasi anak di dunia yang berusia di bawah 18 tahun adalah sebanyak 2,4 miliar. Pernyataan UNICEF sendiri muncul pada hari Sabtu (28/12) ketika konflik terus berkecamuk di seluruh dunia, termasuk di Gaza, Sudan, dan Ukraina, di sejumlah tempat-tempat lainnya. Dalam perang Israel yang menghancurkan di Gaza khususnya, setidaknya 17.492 anak dilaporkan tewas dalam hampir 15 bulan konflik yang telah menghancurkan sebagian besar daerah kantong tersebut menjadi puing-puing. (cnnindonesia.com, 02/01/25).

 

Israel kembali melakukan serangan militer menggunakan drone di hari pertama tahun baru 2025 dan menewaskan 17 warga Palestina di Jalur Gaza, Rabu, 1 Januari 2025. Data sedikitnya 17 warga Palestina yang tewas dalam serangan ini dikutip Anadolu Agency dari sumber petugas medis di Gaza. Drone Israel menghantam sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, menewaskan seorang wanita dan anak-anak serta melukai beberapa orang, kata sumber itu. (tribunnews.com, 02/01/25).

 

Tahun 2025 baru berjalan dua hari. Di tengah malam pergantian tahun masehi dari 2024 ke 2025 seluruh manusia di seluruh dunia bersuka cita merayakannya. Tapi tidak dengan Palestina terkhusus kota Gaza. Bukan petasan kembang api yang indah yang mereka liat. Percikan api dari serangan bom yang tak kunjung henti menyerang mereka. Masih tak ada beda tahun kemarin dengan tahun yang baru ini, mereka masih berjuang untuk mempertahankan hidup.

 

Umat muslim didunia saat ini sudah semakin jauh dari agamanya. Perayaan tahun baru masehi yang pada dasarnya bukan bagian dari ajaran Islam tapi umat muslim ikut merayakannya. Dari yang ikut membakar kembang api, mendatangi acara yang menyelenggarakan pesta pergantian tahun, sampai pergaulan yang kebablasan. Inikah generasi yang akan memerdekakan Muslim Palestina?

 

Palestina membutuhkan tentara-tentara muslim untuk melawan tantara zionis. Bukan bahan pangan, obat-obatan, atau uang sumbangan. Karena itu semua bersifat sementara, tidak menyelesaikan permasalahan Penjajahan Palestina. Untuk apa makanan dan obat-obatan tanpa tentara- tentara Muslim tapi mereka terus menerus diserang oleh penjajah Zionis. Hanya untuk menunggu mereka untuk terbunuh? Miris sekali.

 

Tentu disana terbatas dengan bahan pangan, air, obat-obatan bahkan tenaga medis. Tapi selain itu mereka benar-benar membutuhkan persatuan umat Muslim di seluruh dunia untuk memerdekakan mereka. Karena Muslim adalah bagaikan satu tubuh. Yang apabila satu bagian sakit maka bagian yang juga akan merasakan sakit. Dengan kondisi sekarang yang umat Muslim di seluruh dunia di ikat oleh sistem sekuler membuat umat Muslim masih belum ada rasa persatuan sesama Muslim. Di sistem sekuler, kehidupan umat Muslim dijauhkan dari agamanya. Umat Muslim disibukan dengan urusan-urusan duniawi yang bukan dari ajaran Islam.

 

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669). Imam Nawawi –rahimahullah– ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziroo’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal-hal kekafiran mereka yang diikuti. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”  (Syarh Muslim, 16: 219). (rumaysho.com)

 

Sudah saatnya umat Muslim memilih dan memakai sistem yang telah Allah syariatkan yaitu sistem Islam (Khilafah). Kepala negara dalam sistem Islam (Khalifah) akan memastikan rakyatnya mendapatkan pendidikan akidah yang sesuai dengan Islam. Khalifah juga akan memastikan seluruh umat Muslim didunia Bersatu dan membentuk tantara-tentara muslim untuk membantu rakyat Palestina melawan penjajah Zionis. Jadi bukan hanya bahan pangan dan obat-obatan dalam membantu rakyat Palestina, aksi nyata mengirimkan tentara-tentara terbaiknya ke medan jihad fii sabilillah. Hal ini mudah terwujud dengan sistem Islam. Khilafah bukan hanya mendatangkan Rahmat bagi umat Muslim tapi Rahmat itu akan menyebar keseluruh alam.

 

Wallahu a’lam bishawab.



from Suara Inqilabi https://ift.tt/Bepuc2a
January 07, 2025 at 07:46AM

Belum ada Komentar untuk "Awal tahun 2025 Palestina Masih Membara"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel