Setiap Muslim Adalah Saudara Pun Rohingya


Setiap Muslim Adalah Saudara Pun Rohingya

Ummu Haura

(Aktivis Dakwah)

 

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”

 

Kalimat itu adalah firman Allah Swt. yang tercantum dalam Alquran surah al-Hujurat ayat 10. Dalam hadis juga disebutkan tentang betapa eratnya persaudaraan antar muslim. Rasulullah saw. bersabda, ”Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta mencintai, sayang menyayangi dan bahu membahu, bagaikan satu badan/ ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga.”

 

Pada Kamis (24/10/2024), sebanyak 146 pengungsi Rohingya yang terdiri dari 64 pria, 62 wanita dan 20 anak-anak, telah terdampar di Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka berlayar menggunakan kapal kayu selama 17 hari dari Bangladesh. Salah seorang pengungsi berharap masyarakat Indonesia menerima mereka walau ditampung sementara dan setelahnya mereka akan dikirim ke negara ketiga. “Kami memilih Indonesia karena kami tahu disini banyak saudara muslim kami,” Sufaid, pengungsi Rohingya.

 

Sayangnya, masyarakat yang wilayahnya didatangi pengungsi Rohingya menolak dengan berbagai alasan walau tetap memberi bantuan logistik. Kondisi muslim Rohingya tenggelam oleh pemberitaan Gaza dan hiruk pikuk pemerintahan baru. Nasib mereka yang terusir dari Myanmar karena dianggap bukan etnis mayoritas maupun etnis minoritas, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang tentang Kewarganegaraan Myanmar yang diterbitkan tahun 1982.

 

Hak-hak mereka dilucuti dan mereka tidak dianggap sebagai warganegara Myanmar. Pemerintah Myanmar juga menghubungkan Muslim Rohingya dengan isu terorisme Islam sehingga timbul bentrokan dengan umat Budha Myanmar. Pemerintahan militer Myanmar melakukan tindak kekerasan pada etnis Rohingya mulai dari pemerkosaan, penganiayaan, pembakaran desa, hingga pembunuhan. Akibat tindakan tersebut mengakibatkan etnis Rohingya melarikan diri ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Malaysia dan Indonesia.

 

Yang terjadi pada Muslim Rohingya adalah persoalan yang harus diperhatikan oleh umat muslim, sama dengan persoalan rakyat Gaza di Palestina dan persoalan keumatan lainnya. Hanya karena sekat-sekat nasionalisme, menyebabkan umat muslim kesulitan bergerak membantu saudara seimannya. Apalagi dengan alasan bahwa Indonesia belum meratifikasi Konvensi Pengungsian tahun 1951 tentang pena Meski belum meratifikasi, seharusnya sebagai saudara sesama muslim harus bersegera membantu etnis Rohingya yang terusir dari negerinya. Tak sepatutnya pemerintah dan masyarakat Indonesia berlepas diri atas apa yang terjadi pada Muslim Rohingya.

 

Dalam sudut pandang Islam, membantu saudara seimannya adalah sebuah kewajiban seperti dalil yang sudah disebutkan di atas. Kewajiban ini tidak boleh terhalang karena berbeda batas imajiner wilayah negeri muslim satu dengan lainnya. Kisah bagaimana Khalifah Mu`tassim Billah menyelamatkan satu muslimah yang kehormatannya dilecehkan orang Romawi, adalah contoh bagaimana seharusnya seorang pemimpin bertindak ketika kehormatan saudara seimannya dilecehkan. Pasukan yang dikirim khalifah sangat panjang yang kepala pasukan berada di Amuria (Turki) sedangkan ekornya ada di istana Sang Khalifah di Baghdad (Irak).

 

Dari kisah Mu`tasim Billah maka dipetik pelajaran bahwa butuh peran negara dalam menyelamatkan kehormatan muslim yang teraniaya di berbagai negeri kaum muslim. Negara yang mampu melakukan tindakan heroik ini adalah negara yang berideologi Islam. Yaitu sebuah negara yang menerapkan aturan islam secara kafah dalam melakukan pengurusan kepada masyarakatnya. Negara yang menerapkan Kapitalisme Demokrasi tak akan mampu melakukannya karena tunduk pada kepentingan negara besar lainnya. Sudah sepantasnya kaum muslim menyadari bahwa hanya Khilafah Islamiyah lah yang akan menyelamatkan dan menolong saudara seiman mereka yang saat ini terbelenggu dalam penderitaan.

 

Khalifah akan memerintahkan pasukan perang dan kaum muslim untuk berjihad membebaskan kaum muslim yang saat ini sedang teraniaya. Sehingga tidak akan lagi didapati berita bahwa kaum muslim kabur dari wilayahnya dan terombang-ambing menderita dalam pelariannya seperti yang terjadi pada etnis Rohingya. Mewujudkan kembalinya Khilafah Islamiyah adalah kewajiban seluruh kaum muslim agar saudaranya terbebas dari penderitaan yang dilakukan oleh orang-orang kafir.

 

Kasih sayang antara sesama umat Islam merupakan salah satu faktor penting dalam kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist yang sahih yang diriwayatkan dari Abi Hamzah Anas bin Malik khadim Rasulullah saw, sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. (HR al-Bukhâri dan Muslim).



from Suara Inqilabi https://ift.tt/9mFYjG8
November 12, 2024 at 03:49AM

Belum ada Komentar untuk "Setiap Muslim Adalah Saudara Pun Rohingya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel