Program Makan Bergizi Gratis, Solutifkah?

Program Makan Bergizi Gratis, Solutifkah?
Oleh Nadia Ulfah
Muslimah Peduli Umat
Program makan bergizi gratis yang merupakan program andalan dari presiden terpilih Prabowo Subianto, baru akan dimulai pada Januari tahun 2025. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta masyarakat memaklumi apabila program tersebut belum sempurna di awal pelaksanaannya, dan program ini belum bisa mencakup semua wilayah di awal pelaksanaannya.
Politikus Partai Gerindra itu menuturkan, pemerintah akan memprioritaskan program ini di daerah-daerah pelosok yang sangat membutuhkan, karena keterbatasan fiskal Indonesia. Wakil ketua umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati mengatakan, program Makan Bergizi saat ini masih dalam tahap uji coba sebelum diterapkan pada Januari 2025, menurutnya hal ini karena anggaran belum tersedia.
Tim Pokja Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional Niken Gandini mengungkapkan, mulai tiga bulan pertama sejak Januari 2025, pemerintah akan sediakan sebanyak 3 juta porsi dan meningkat 6 juta porsi pada April 2025. Sementara itu, sebesar Rp271 triliun resmi dialokasikan untuk anggaran program tersebut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam RAPBN 2025. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah awal untuk membangun generasi muda yang sehat cerdas dan produktif, bagi yang tidak mendukung program ini maka tidak perlu bergabung dalam pemerintahannya, dalam pernyataannya juga akan ada efek domino seperti pembelian bahan-bahan untuk makan bergizi, maka penghasilan rakyat akan bertambah.
Seperti program pemerintah yang lain, yang seringkali berakhir gagal dan cacat dalam pengelolaannya, program ini berpotensi mengalami hal serupa, karena ketidakjelasan dalam pelaksanaannya, dan potensi korupsi dan monopolinya akan sangat besar, akan terjadi juga potensi penghamburan alokasi anggaran negara. Satu hal yang pasti adalah akan menjadi ladang bagi perusahaan bermodal besar bahkan perusahaan asing untuk mengeruk keuntungan, merujuk pada pernyataan menteri pada kabinet kementerian sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, bahwa sudah ada perusahaan China yang ingin membangun pabrik produksi alat makan.
Dalam Islam, pemenuhan kebutuhan dasar setiap individu rakyat menjadi tanggung jawab negara. Khalifah atau pemimpin wajib memperhatikan setiap kebijakan agar kesejahteraan rakyatnya dapat terwujud. Jaminan pada aspek kesehatan, pendidikan dan keamanan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Negara akan mengalokasikan anggarannya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, negara bertanggung jawab dalam mempermudah rakyat mendapatkan akses pendidikan dan makanan bergizi, sehingga terwujudnya generasi yang memiliki fisik dan psikis yang berkualitas.
Wallahualam bissawab.
from Suara Inqilabi https://ift.tt/CE9dogv
November 14, 2024 at 01:34PM
Belum ada Komentar untuk "Program Makan Bergizi Gratis, Solutifkah?"
Posting Komentar