Aneka Macam Pajak, Membuat Rakyat Makin Melarat


Aneka Macam Pajak, Membuat Rakyat Makin Melarat

Oleh Leni Anisa

Muslimah Peduli Umat 

 

Penunggak pajak kendaraan akan dikejar bahkan didatangi sampai ke rumah, dilansir dari Detikoto Kamis, 7 November 2024.

 

Tim pembina Samsat akan mendatangi rumah pemilik kendaraan yang menunggak pajak, selanjutnya pemilik kendaraan akan diingatkan agar patuh membayar pajak. Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mempersiapkan beberapa cara agar membuat masyarakat patuh dan taat dalam membayar pajak kendaraannya. Dengan salah satu cara mendatangi rumah pemilik kendaraan karena bukan tanpa alasan langkah itu ditempuh agar tingkat kepatuhan masyarakat melakukan perpanjangan STNK 5 tahun sekali masih sangat minim, total dari 165 juta unit kendaraan tidak separuhnya yang membayar pajak.

 

Rakyat kecil dikejar agar membayar pajak kendaraan bermotor, sampai ditagih secara door to door, tapi terhadap pengusaha pemerintah justru bersikap lembut, bahkan pengusaha diberi pembebasan pajak yaitu bebas PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) dan tax holiday, ini memperlihatkan ketidakadilan secara jelas.

 

Sudah rakyat dalam kondisi yang sulit karena susahnya mencari pekerjaan, maraknya PHK, upah yang sangat rendah, bahkan harga-harga makin hari makin naik, belum lagi biaya layanan publik yang sangat mahal seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi, ditambah lagi banyaknya pungutan pajak yang menyebabkan beban hidup rakyat makin berat.

 

Selama ini, pajak merupakan sumber pemasukan yang utama di negeri ini, tetapi sangat disayangkan penerimaan yang besar tidak sebanding dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat. Sebagai contoh, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi harus dibayar mahal oleh rakyat, dan subsidi untuk rakyat malah makin berkurang, contohnya subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) makin dibatasi.

 

Satu sisi rakyat dibebani pajak yang besar, tetapi juga rakyat tidak merasakan manfaatnya. Para pejabat dan pengusaha kapitalisme yang merasakan kesejahteraan dari dana pajak tersebut.

 

Dalam sistem kapitalisme, negara menyerahkan SDA (Sumber Daya Alam) kepada pihak asing dan swasta, dan untuk membiayai kebutuhan negara, pemerintah justru menekan penerimaan pajak, rakyat yang dikejar-kejar pajak, sampai semua aspek dipajaki. Akibatnya, rakyat makin sulit untuk menjalankan kehidupan, sebaliknya para pengusaha makin kaya raya.

 

Sungguh menyedihkan gambaran penerapan pajak dalam sistem kapitalisme yang sangat menyengsarakan rakyat, negara sebagai pemalak, rakyat dibebani dengan aneka pajak. Bagaimana pengaturan pajak dalam sistem Islam?

 

Dalam negara Islam, kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan dipenuhi oleh negara, dan negara juga mampu menyediakan lapangan kerja yang seluas-luasnya, sehingga laki-laki dewasa bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan layak.

 

Bahkan seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan diberikan secara gratis dan berkualitas. Oleh karena itu, semua rakyat bisa menikmatinya tanpa biaya. Ada juga fasilitas publik seperti transportasi, BBM, listrik, gas bisa dengan harga yang sangat murah bahkan gratis.

 

Dengan pengaturan oleh khilafah bisa terwujud kesejahteraan bagi tiap-tiap individu rakyat.

 

Sistem keuangan negara Islam karya Syekh Abdul Qadim Zalim rahimahullah, pemasukan khilafah berasal dari 3 yaitu fai dan kharaj, kepemilikan umum, dan zakat. Khilafah tidak akan menetapkan target pajak tahunan, dan khilafah juga tidak akan memajaki rakyat. Memang ada salah satu pemasukan negara yaitu pajak (dharibah), tetapi berbeda sangat jauh penerapannya dengan sistem kapitalisme.

 

Di dalam Islam, pajak dipungut apabila kas negara kosong, bahkan dalam sistem Islam hanya laki laki kaya saja yang dipungut pajak sedangkan non muslim, perempuan, anak-anak dan orang miskin tidak dipungut pajak, sehingga jauh dari kezaliman.

 

Wallahualam bissawab.



from Suara Inqilabi https://ift.tt/DUR6qPo
November 23, 2024 at 12:14PM

Belum ada Komentar untuk "Aneka Macam Pajak, Membuat Rakyat Makin Melarat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel