Pilu Nasib Guru, Di Hari Guru


Pilu Nasib Guru, Di Hari Guru

Oleh: Nining Andri Jayanti

 

Peringatan Hari Guru merupakan salah satu bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap guru yang telah mendidik anak bangsa. Didikan seorang guru akan berpengaruh terhadap kehidupan anak bangsa ke depannya. Sejarah hari guru di awali dengan berlangsung nya konferensi UNESCO di Paris. Pada tanggal 5 Oktober, tanggal konferensi itu kemudian di tetapkan sebagai hari guru sedunia oleh UNESCO. Dengan adanya peringatan hari guru sedunia juga termasuk bentuk dari pemahaman, apresiasi, kepedulian terhadap para guru. Dilansir oleh kompas. com (05/10/2024).

 

Guru merupakan profesi yang cukup mulia dan berpengaruh dalam membentuk atau mencetak generasi berkualitas. Akan tetapi, sederet fakta terkait kualitas guru maupun peserta didik cukup signifikan untuk membuktikan bahwa kurikulum bahkan sistem yang diterapkan tidak tepat dan bermasalah.

 

Dari tahun ke tahun, para guru menggantungkan nasibnya pada penguasa negeri ini. Namun, pergantian menteri pendidikan seiring bergantinya rezim ternyata tidak kunjung membawa perubahan kondisi para guru. Hal ini bukan hanya perkara salah kelola, melainkan juga karena kesalahan paradigma dalam mengatur negeri ini.

 

Dalam sistem kapitalisme, yang penting adalah cuan. Pola pikir penguasa hanya untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya. tak peduli bagaimana pun caranya. Kurikulum yang dibangunpun tidak mencetak generasi berkualitas. Dalam bidang sosial pun, sistem kapitalisme sekuler juga mencengkeram kehidupan para pendidik. Guru dituntut berpenampilan menarik di depan kelas karena hal itu sangat berpengaruh terhadap anak didik.

 

Sedangkan gaji yang diterima guru tidak seimbang dengan pengorbanan yang diberikan sehingga sebagian besar guru mencari kerja sampingan di luar jam mengajar untuk menutupi kebutuhan pokok dan juga kebutuhan untuk mengajar. Alhasil, fokus untuk mengajar menjadi terpecah sehingga banyak para guru hanya sekadar menunaikan kewajiban tanpa adanya bimbingan terhadap tingkah laku anak didik.

 

Berbeda dengan aturan Islam, guru akan sangat di muliakan dan di sejahterakan oleh negara, bahkan negarapun menjaminnya, karena guru mempunyai profesi yang sangat mulia, yaitu mengajarkan, mendidik, serta mendoakan, murid nya untuk menjadi generasi yang cemerlang.

 

Pendidikan dalam Islam akan mengajarkan adab kepada guru karena guru adalah orang tua kedua bagi anak yang harus dihormati dan dihargai. Bahkan dalam Islam, untuk mendapatkan ilmu yang berkah harus mendapat keridaan seorang guru. Bukan seperti saat ini, guru cuma dihargai ketika Peringatan Hari Guru saja.

 

Dalam Islam, ilmu untuk diamalkan, ilmu juga meningkatkan derajat seseorang.

 

Sebagaimana Allah Swt berfirman ;

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis,” maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu,” maka berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

 

(TQS Al-Mujadilah ayat 11).

 

Negara akan memberikan gaji yang sangat layak, negara juga memfasilitasi guru untuk meningkatkan kualitas mengajar agar guru bisa memberikan pengajaran dan pendidikan yang berkualitas serta bermutu bagi anak didik. Sebab, pengajaran seorang guru sangat berpengaruh terhadap generasi. Begitulah sistem pendidikan dalam Islam, selain mencetak generasi yang bertakwa dan berkepribadian Islam.

 

Wallahu’alam bish-shawwab.



from Suara Inqilabi https://ift.tt/UAYdbzk
October 16, 2024 at 01:24PM

Belum ada Komentar untuk "Pilu Nasib Guru, Di Hari Guru"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel