Pemerintahan Baru, Mampukah Mewujudkan Kesejahteraan dan Harapan?

Pemerintahan Baru, Mampukah Mewujudkan Kesejahteraan dan Harapan?
Oleh : Halida Almanuaz
Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara, pada tanggal 20 oktober lalu telah menyelesaikan pemilu yang sangat dinantikan oleh jutaan rakyatnya.
Setelah proses panjang yang melibatkan kampanye intens, debat publik, dan partisipasi warga negara yang antusias, Indonesia kini menyambut pemimpin barunya. Presiden terpilih ini diharapkan membawa angin perubahan, membawa visi yang segar, serta menjawab tantangan besar yang dihadapi bangsa, mulai dari ekonomi, politik, hingga isu lingkungan.
Dalam era globalisasi dan perubahan geopolitik yang dinamis, bagaimana sosok Presiden baru ini akan memimpin Indonesia ke masa depan yang lebih sejahtera dan stabil menjadi pertanyaan yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak.
Dukungan yang cukup besar dari masyarakat Indonesia mencerminkan harapan besar masyarakat pada kepemimpinan Prabowo selama 5 tahun mendatang. Pola kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia diharapkan mencerminkan kombinasi dari gaya kepemimpinan militer yang tegas dan terstruktur, dengan pendekatan nasionalis yang berfokus pada kemandirian bangsa.
Seminggu sebelum pelantikan Presiden Prabowo sudah merancang dan menyusun kabinet kementerian yang akan membantunya selama 5 tahun ke depan. Komposisi cabinet yang cukup “gemuk” membangkitkan optimisme sebagian kalangan meski sebagian lain merasa pesimistis.
Pemerintahan Indonesia di masa depan akan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan multidimensional, baik dari segi ekonomi, politik, sosial, maupun lingkungan. Beberapa tantangan tersebut di antaranya, pertama, ketimpangan sosial dan ekonomi.
Hal yang menjadi prioritas utama pemerintah adalah memperkuat KPK dan lembaga penegak hukum lainnya dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme serta memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih transparan dan akuntabel, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mencegah praktik korupsi.
Harapan Baru Indonesia Maju
Harapan Baru Indonesia Maju adalah sebuah konsep yang menggambarkan visi besar Indonesia untuk menjadi negara yang lebih makmur, berdaya saing tinggi, dan sejahtera. Di bawah pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Indonesia memiliki peluang untuk mewujudkan harapan ini melalui sejumlah strategi dan kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat pembangunan nasional di berbagai sektor. Dengan membentuk kabinet besar diyakini Prabowo akan mampu membawa Indonesia menuju lebih baik.
Tentu harapan tetaplah harapan. Biarlah waktu yang akan membuktikan bahwa ide dan gagasan besar yang dimiliki oleh pemimpin negeri ini bisa terwujud.
Bersikap optimis seperti ini sah-sah saja. Namun warisan masalah yang ditinggalkan rezim-rezim sebelumnya, terutama pada era 10 tahun kepemimpinan Jokowi, bukanlah perkara yang bisa diremehkan. Faktanya, tidak ada satu aspek kehidupan pun yang tidak dikungkung oleh persoalan krusial seperti benang kusut yang makin sulit untuk diuraikan.
Bidang politik misalnya, negeri ini dikuasai oleh kekuatan modal dari dalam dan dari luar. Para pejabatnya makin kehilangan empati dan menjadikan urusan rakyat sebagai permainan dan cari keuntungan. Sementara itu, pada bidang ekonomi, negeri ini sudah dalam posisi nyaris tergadai. Utang riba yang menumpuk hingga lebih dari Rp8.500 triliun. SDA dikuasai asing, hingga negara kehilangan modal untuk menyejahterakan rakyatnya. Rakyat malah digempur dengan tekanan pajak dan PHK yang tidak bisa dikendalikan bahkan sulit untuk dikendalikan.
Semua parpol beramai-ramai mendukung pemerintahan hanya agar kebagian kue kekuasaan.
sistem kepemimpinan demokrasi kapitalisme yang lahir dari sekularisme dan liberalisme. Sistem kepemimpinan yang asasnya rusak seperti ini sama sekali tidak bisa diharapkan akan membawa kebaikan. Prinsip “kedaulatan ada di tangan rakyat” dan “suara rakyat suara Tuhan” justru menjadi sumber kerusakan terbesar. Ini karena dari sanalah berawal mula dibuatnya berbagai aturan hidup yang bersandar pada akal, bukan pada sumber aturan yang bersifat kekal. Bahkan, kepemimpinan pun menjadi sangat terbuka bagi siapa saja, asalkan mereka bisa membelinya dengan kekuatan uang.
Kepemimpinan dalam Islam sebagai amanah besar. Pemimpin dalam Islam bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat bahkan secara orang per orang. Mereka diangkat atas nama Allah semata untuk menjalankan hukum-hukum Allah.
Bukan seperti pemimpin dalam demokrasi yang disumpah dengan kitabullah, tetapi mereka justru mencampakkan hukum-hukum Allah.
Dalam Islam, kekuasaan harus diorientasikan untuk menegakkan Islam dan melayani berbagai kepentingan masyarakat, baik muslim maupun nonmuslim. Ini hanya terwujud ketika kekuasaan itu menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Kekuasaan semacam ini terwujud hanya dalam institusi pemerintahan Islam disebut Khilafah. Bukan didalam sistem pemerintahan kapitalis, demokrasi saat ini yang anti pada syariat.
Khilafah Islam akan mengatur berbagai urusan seluruh warga negaranya baik muslim dan juga nonmuslim dengan syariat Islam, seperti menjamin kebutuhan hidup, menyelenggarakan pendidikan yang terbaik dan terjangkau, serta menyediakan fasilitas kesehatan yang layak dan untuk semua warga tanpa memandang kelas ekonomi.
Khalifah akan mengelola sumber daya alam milik rakyat seperti tambang minyak, gas, batu bara, mineral, emas, perak, nikel, dll. Agar bermanfaat bagi segenap warga negara. Khilafah tidak akan membiarkan sumber daya alam milik rakyat itu dikuasai oleh asing dan swasta.
Sistem kepemimpinan Islam sejatinya menjadi satu-satunya harapan karena sistem islam lahir dari asas akidah yang lurus sesuai fitrah manusia. Aturan Islam diturunkan oleh Sang Maha Pencipta sebagai petunjuk dan juga solusi kehidupan manusia. Jika ditegakkan dengan sempurna, dipastikan akan membawa kebahagiaan, kesejahteraan dan keberkahaan bagi manusia, bahkan bagi seluruh alam semesta.
Wallahu’alam bish-shawwab
from Suara Inqilabi https://ift.tt/lDEQk4X
October 28, 2024 at 08:03PM
Belum ada Komentar untuk "Pemerintahan Baru, Mampukah Mewujudkan Kesejahteraan dan Harapan?"
Posting Komentar