Potret Kelam Sistem Pendidikan Sekuler


Potret Kelam Sistem Pendidikan Sekuler

Ana Yuliana

Aktivis Muslimah

Kasus kematian Aulia Risma Lestari, mahasiswa PPDS Anestesi Undip yang bunuh diri karena diduga tak kuat atas perilaku bullying yang dialaminya, kian menambah daftar panjang kasus bunuh diri di Semarang, Jawa Tengah. (JawaPos.com)

 

Sebelum kasus bunuh diri dokter muda asal Tegal itu, telah terjadi beberapa kasus serupa yang di Semarang. Penyebab bunuh dirinya pun beragam, mulai dari perundungan, persoalan asmara, depresi, hutang pinjol, hingga tekanan dalam proses belajar di kampus.

 

Banyak kasus bunuh diri pada mahasiswa juga berbagai persoalan yang menimpa mahasiswa menggambarkan kompleksnya persoalan yang dihadapi. Kasus-kasus tersebut erat kaitannya dengan sistem hidup yang dijalankan hari ini termasuk sistem pendidikan yang berdasar pada ideologi sekuler – kapitalis.

 

Semua itu berawal dari penerapan sekularisme di lingkup pendidikan yang meminggirkan Islam sebagai aturan kehidupan. Agama sebatas pelajaran formal yang diajarkan di sekolah dengan jam pelajaran yang sangat minim. Agama (Islam) hanya dikenal mengatur persoalan ritual ibadah saja serta tidak dijadikan dasar dan acuan dalam regulasi pendidikan.

 

Sistem pendidikan sekuler telah gagal melahirkan generasi yang berkepribadian Islam, padahal generasi tersebut akan menjadi penerus dan pembangun peradaban.

 

Dalam sistem pendidikan sekuler-kapitalis, tingginya jenjang pendidikan tidak menjamin orang tersebut akan memiliki kondisi psikologis yang baik. Sistem pendidikan sekuler-kapitalis hanya berfokus pada asas materi. Peserta didik dibentuk untuk menguasai keilmuan, sains ataupun teknologi, namun dipisahkan dari pendidikan agama. Hal ini yang menyebabkan lulusan pendidikan sekuler-kapitalis menganut asas kebebasan, bangga pada prestasi dan titel, namun buta agama dan rapuh kepribadiannya.

 

 

 

Mental rapuh, menjadi generasi yang mudah menyerah dan putus asa, tidak bisa menyelesaikan masalah ketika dihadapkan dengan problematika yang terjadi. Jika pendidikan masih berbasis sekulerisme sebagus apapun programnya tidak akan mungkin melahirkan generasi hebat, tangguh dan berkualitas

 

Berbeda dengan sistem kapitalis, Islam memandang pendidikan adalah pilar pertama dan utama dalam melahirkan generasi penerus peradaban. Islam memiliki sistem pendidikan yang unik. Semuanya diatur jelas, sistematis dan sempurna.

 

Dalam Islam, pendidikan diselenggarakan atas dasar akidah Islam yang tercermin pada penyelenggaraan arah pendidikan, penyusunan kurikulum, metode pengajaran, serta materi ajar. Strategi pendidikan adalah untuk membentuk aqliyah dan nafsiyah Islam. Maka, semua bahan pelajaran yang hendak diajarkan disusun berdasarkan strategi tersebut.

 

Adapun tujuan pendidikan Islam yang dicapai untuk membentuk kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah) dalam diri peserta didik serta membina mereka agar menguasai berbagai tsaqofah Islam, ilmu pengetahuan serta sains yang berkaitan dengan masalah kehidupan. Pembentukan kepribadian Islam dilakukan dengan menanamkan akidah Islam yang kokoh agar mereka memiliki keimanan yang kuat terhadap Allah SWT. Dari sanalah akan terbentuk pola pikir dan pola sikap yang islami pada diri generasi, sehingga tindak-tanduk mereka senantiasa disandarkan pada syariat Islam.

 

Islam sebuah agama sekaligus pemberi solusi bagi setiap problematika kehidupan. Islam memiliki aturan yang menyeluruh, yang datang dari wahyu illahi untuk kebaikan alam semesta.

 

Satu-satunya cara memperbaiki kegagalan sistem pendidikan hari ini adalah dengan sistem pendidikan Islam dalam Negara Khilafah. Dalam suatu negara, akidah Islam merupakan landasan hidup dan satu-satunya asas negara. Sehingga dalam penyelenggaraan pendidikan tidaklah dikelola melainkan berdasarkan akidah Islam.

 

Wallahu’alam bissawab



from Suara Inqilabi https://ift.tt/eKsVhRx
September 02, 2024 at 01:27PM

Belum ada Komentar untuk "Potret Kelam Sistem Pendidikan Sekuler"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel