Jihad dan Khilafah: Solusi Hakiki Pembebasan Palestina dari Penjajahan Zionis

Jihad dan Khilafah: Solusi Hakiki Pembebasan Palestina dari Penjajahan Zionis
Ana Frans
(Pemerhati pendidikan)
Palestina terus menjadi saksi bisu kebiadaban Zionis Israel yang tanpa henti melancarkan serangan brutal ke Gaza. Dalam setiap serangan, ratusan nyawa melayang, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak yang tak bersalah. Fakta memilukan ini terus berulang dari waktu ke waktu. Namun, dunia seolah tidak berdaya menghadapi kezaliman ini. Dari PBB hingga negara-negara besar, yang ada hanyalah kecaman, bukan tindakan nyata. Bahkan negeri-negeri muslim, yang seharusnya menjadi garda terdepan pembelaan Palestina, lebih banyak terjebak dalam retorika kosong dan sekadar mencitrakan keberpihakan. Dialog demi dialog, mediasi demi mediasi, semuanya tidak memberikan hasil yang berarti. Solusi yang selama ini ditawarkan dunia internasional, termasuk solusi dua negara, justru menjadi alat untuk melegitimasi penjajahan Zionis atas tanah suci umat Islam.
Solusi dua negara yang didorong oleh Barat sebenarnya bukanlah solusi yang berpihak pada rakyat Palestina. Sebaliknya, ini adalah bentuk penghianatan terhadap tanah suci umat Islam. Dengan memberikan pengakuan terhadap keberadaan Israel sebagai negara, solusi ini pada dasarnya menyetujui perampasan tanah Palestina oleh Zionis. Palestina tidak memerlukan kompromi atau dialog yang hanya memperpanjang penderitaan mereka. Yang mereka butuhkan adalah pembebasan total dari cengkeraman penjajahan Zionis. Dunia Islam harus menyadari bahwa solusi dua negara hanyalah tipu daya yang menguntungkan musuh-musuh Islam dan tidak memberikan keadilan bagi Palestina.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa serangan Zionis tidak pernah mengenal batas kemanusiaan. Dalam beberapa hari saja, ratusan warga Palestina menjadi korban serangan udara yang menghancurkan rumah-rumah mereka. Dalam sebuah serangan yang berlangsung selama dua hari, lebih dari 110 warga Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat bombardir Israel (Kompas, 2 November 2024). Dalam serangan lain yang berlangsung tiga hari, lebih dari 200 jiwa melayang, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, sementara ribuan lainnya terluka parah (Kumparan, 3 November 2024). Angka-angka ini hanyalah sebagian kecil dari daftar panjang kekejaman yang dilakukan Zionis sejak berdirinya negara Israel.
Islam memberikan solusi yang jelas terhadap persoalan penjajahan seperti ini, yaitu jihad. Jihad adalah kewajiban bagi kaum muslim untuk membebaskan saudara-saudara mereka yang tertindas. Dalam konteks Palestina, jihad bukan hanya sebuah seruan moral, melainkan langkah strategis yang wajib diambil untuk menghentikan penjajahan Zionis dan merebut kembali tanah suci dari cengkeraman mereka. Jihad bukanlah aksi individual, tetapi harus menjadi kebijakan resmi yang diambil oleh negara-negara muslim dengan mengerahkan kekuatan militer mereka untuk melawan Zionis. Dengan potensi militer yang dimiliki negeri-negeri muslim saat ini, jika mereka bersatu, kekuatan gabungan ini akan jauh melampaui kekuatan militer Israel. Sayangnya, para penguasa muslim lebih memilih tunduk kepada Barat dan mengabaikan kewajiban mereka dalam membela Palestina.
Namun, jihad saja tidak cukup tanpa adanya institusi yang melindungi dan menyatukan umat Islam secara global. Dalam sejarah Islam, institusi itu adalah Khilafah. Khilafah bukan hanya sekadar sistem pemerintahan, tetapi juga pelindung umat Islam yang mampu menghadapi musuh-musuh mereka. Di bawah Khilafah, umat Islam memiliki kekuatan politik, militer, dan diplomasi yang terpusat, sehingga mampu memberikan perlindungan nyata terhadap tanah suci dan kaum muslim yang tertindas. Hanya Khilafah yang memiliki kemampuan untuk menyatukan negeri-negeri muslim, memobilisasi kekuatan mereka, dan melawan penjajahan Zionis secara efektif. Tanpa Khilafah, umat Islam akan terus terpecah belah dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan musuh-musuh mereka.
Khilafah bukan hanya akan membebaskan Palestina, tetapi juga akan melindungi kaum muslim yang tertindas di seluruh dunia, dari Rohingya di Myanmar hingga Uyghur di Tiongkok. Dengan Khilafah, umat Islam akan memiliki pelindung yang benar-benar berpihak pada kepentingan mereka, bukan kepada kepentingan asing seperti yang terjadi saat ini. Tegaknya Khilafah adalah keniscayaan untuk memberikan solusi tuntas terhadap penjajahan Zionis di Palestina. Khilafah akan menggerakkan jihad dengan penuh kekuatan dan strategi, bukan sekadar reaksi sporadis, tetapi langkah politik yang terencana dan terarah.
Namun, untuk mewujudkan jihad dan Khilafah, umat Islam harus dibangkitkan kesadarannya. Umat harus memahami bahwa perjuangan Palestina adalah bagian dari perjuangan mereka sendiri. Dakwah yang sahih dan ideologis harus dilakukan untuk menyadarkan umat akan solusi hakiki ini. Kelompok dakwah Islam harus berperan aktif dalam mengajak umat memahami akar persoalan Palestina dan bagaimana Islam memberikan solusi yang menyeluruh. Dakwah ini harus dilakukan dengan mengikuti metode Rasulullah SAW, yaitu melalui penyadaran, pembinaan, dan perjuangan politik. Umat harus diarahkan untuk menyeru para penguasa muslim agar meninggalkan loyalitas mereka kepada Barat dan mulai menjalankan kewajiban mereka dalam membela Palestina.
Penjajahan Zionis terhadap Palestina tidak akan pernah berhenti selama solusi yang diterapkan masih berpijak pada usulan-usulan Barat yang tidak berpihak kepada rakyat Palestina. Dunia internasional dan lembaga-lembaga global telah gagal memberikan solusi yang berarti. Islam memberikan solusi yang hakiki dan menyeluruh, yaitu jihad melawan Zionis dan tegaknya Khilafah. Jihad adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk membebaskan Palestina, sementara Khilafah adalah institusi yang akan melindungi umat Islam dari penjajahan dan penindasan. Untuk mewujudkan solusi ini, umat Islam harus bersatu dalam perjuangan dakwah yang sahih, menyeru para penguasa muslim untuk menjalankan kewajiban mereka, dan bersama-sama menegakkan Khilafah.
Hanya dengan jihad dan Khilafah, Palestina dapat terbebas dari penjajahan Zionis, dan kehormatan umat Islam dapat ditegakkan kembali. Tidak ada tempat untuk dialog atau mediasi dalam menghadapi penjajahan. Hanya perjuangan dan penegakan syariat Islam yang akan membawa kemenangan bagi Palestina dan umat Islam.
from Suara Inqilabi https://ift.tt/2jkhaAl
January 08, 2025 at 05:37AM
Belum ada Komentar untuk "Jihad dan Khilafah: Solusi Hakiki Pembebasan Palestina dari Penjajahan Zionis"
Posting Komentar