Sistem Rusak Remaja Rusak

Sistem Rusak Remaja Rusak
Oleh : Siti Jeuzah S.Pd (Aktivis Muslimah)
Pada jumat 6 September 2024, kita digegerkan oleh sebuah berita tindakan asusila yang dilakukan oleh keempat remaja yang masih duduk di bangku sekolah, SMP dan SMA. Pelaku melakukan tindakan asusila kepada seorang wanita remaja yang juga masih duduk di bangku sekolah.
Berdasarkan berita dari Kapolrestabes Palembang Kombes Haryo Sugiharnoto menjelaskan, awalnya AA diajak bertemu oleh IS yang merupakan sang pacar. IS beralasan mau menonton pertunjukan kuda kepang di Pipa Reja, Kemuning.
Hal ini hanya modus belaka untuk mengajak korban jalan. Namun ternyata Korban diajak ke lokasi (TPU) dekat krematorium. Sesampainya di lokasi pelaku IS langsung membekap hidung dan mulut korban hingga lemas. Setelah korban AA tidak sadarkan diri, tersangka IS bersama tiga pelaku lainnya yang sudah berada di lokasi langsung memerkosa korban. (CNN Indonesia.Com, 06/09/2024)
Ironisnya, Belum puas keempat pelaku kemudian membawa korban ke lokasi kedua yang berjarak sekitar kurang lebih 30 menit dari lokasi pertama. AA kembali diperkosa dalam keadaan meninggal dunia.
Setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada keempat pelaku, ternyata motif pemerkosaan dilakukannya akibat dipicu oleh film porno. (CNN Indonesia.Com, 06/09/2024)
Potret Kerusakan Remaja Akibat Sistem Sekularisme Kapitalis
Perkembangan zaman telah membawa kita memasuki era digital yang menciptakan kehidupan serba teknologi. Hal ini tentu memberi pengaruh positif namun juga membawa dampak negatif. Adanya media sosial tentu semakin mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas dan mendapatkan informasi, namun dengan adanya media sosial juga, justru mempermudah bagi anak di bawah umur untuk mengakses informasi yang tak layak.
Adanya penerapan sistem sekularisme kapitalis yang telah memisahkan agama dengan aturan kehidupan. Memberi kebebasan dalam berbagai bidang, salah satunya bidang teknologi. Akibatnya tontonan yang diharamkan dalam agama dapat diakses oleh siapa saja.
Secara fitrah manusia memiliki yang disebut dengan Naluri Nau’ (naluri melestarikan jenisnya). Naluri ini akan bangkit ketika adanya rangsangan dari luar dirinya. Jika pornografi dan pornoaksi bebas berseliweran di mana-mana maka tentu akan membangkitkan syahwat manusia, ditambah dengan adanya lingkungan sosial yang bebas tanpa aturan agama. Sehingga jangan heran jika tindakan asusila marak terjadi di negeri ini.
Penerapan Sistem Islam Adalah Solusi Dari Segala Bentuk Kriminalitas
Allah SWT telah memperingatkan kita dalam firmannya:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar Rum: 41)
Tafsir ayat ini menerangkan bahwa telah terjadi Al-Fasad di daratan dan lautan. Al-Fasad adalah segala bentuk pelanggaran atas sistem atau hukum yang dibuat Allah, yang diterjemahkan dengan “perusakan.”
Perusakan (Al-Fasad) itu bisa berupa Pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, pemberontakan, dan sebagainya. (Iqra Kajian Alquran, 14/08/2023)
Jadi, segala bentuk tindakan kriminalitas merupakan kerusakan di muka bumi akibat pelanggaran atas hukum Allah. Hal ini terjadi bukan hanya karena minimnya akhlak para remaja. Namun juga karena penerapan sistem sekularisme yang hanya menjadikan agama sebagai ritual namun tidak untuk mengatur segala aspek kehidupan.
Padahal Allah SWT telah berfirman:
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al Anbiya: 107).
Jadi, sudah jelas bahwa Alquran dan Hadits Nabi merupakan rahmat bagi seluruh alam. Jika kita berpegang teguh dengan merealisasikannya di muka bumi, maka negeri ini akan terhindar dari kerusakan.
Salah seorang ulama pernah mengatakan “Jika Islam hanya diterapkan dalam keluarga, maka Islam belum menjadi Rahmatan lil ’alamin, jika Islam hanya diterapkan dalam bermasyarakat, maka Islam belum menjadi Rahmatan lil ’alamin. Namun jika Islam telah diterapkan dalam bernegara, maka Islam telah menjadi Rahmatan lil ’alamin”.
PR untuk negeri ini bukan hanya harus mencetak insan yang bertakwa dan berakhlak mulia, melalui lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Namun juga harus memblokir situs-situs porno dan segala tontonan yang tidak memiliki nilai edukatif. Tapi hal ini hanya akan terlaksana jika negara mengemban sistem pemerintahan yang berlandaskan ideologi islam untuk menerapkan seluruh aturan serta hukum-hukum Allah dalam berbagai bidang.
Saatnya kita berhenti menjadi figur dari sistem buatan kaum elite global. Sistem ini hanya akan menguntungkan mereka, dan merugikan rakyat biasa, serta akan menciptakan banyak kerusakan.
Wallahu a’lam bisshawab.
from Suara Inqilabi https://ift.tt/cUB4gTz
September 20, 2024 at 05:28AM
Belum ada Komentar untuk "Sistem Rusak Remaja Rusak"
Posting Komentar