Game Online Jadi Candu, Generasi Cemerlang Mustahil Terwujud

Game Online Jadi Candu, Generasi Cemerlang Mustahil Terwujud
Oleh Lia April
(Pendidik Generasi)
Pemerintah tengah menyusun rancangan Peraturan Presiden tentang peta jalan perlindungan anak di ranah daring. Hal ini merupakan sebuah upaya untuk melidungi anak dari konten maupun game online yang dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. (Media Indonesia.com)
Generasi saat ini lebih dikenal dengan generasi Z dan Alpha. Generasi millenial yang lahir mulai tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an. Generasi yang identik dengan digitalisasi dan gadget. Generasi yang tidak lepas dari kemajuan teknologi. Generasi yang menikmati kemajuan teknologi yang pesat dengan memiliki akses internet yang cepat. Termasuk di dalamnya dengan adanya game online.
Namun, apakah generasi saat ini generasi muda yang sudah menggunakan kemajuan teknologi dengan bijak? Lalu bagaimana dengan maraknya game online yang menghiasi kemajuan teknologi di dalamnya?
Ternyata pada kenyataannya pada saat ini generasi muda belum menggunakan kemajuan teknologi dengan bijak. Sebagaimana contohnya game online, generasi muda justru dibuat makin terlena dengan kemajuan teknologi terutama game online. Tanpa mereka sadari bahwa banyak efek negatif yang ditimbulkan dari game online.
Kesehatan mental dan fisik generasi muda pun terserang buah dari kecanduan game online, seperti depresi, kecemasan, insomnia, penurunan prestasi akademik bahkan gangguan kesehatan lainnya.
Kesemua ini merupakan gambaran nyata penerapan sistem sekularis di setiap aspek kehidupan, di mana sistem ini memisahkan agama dari kehidupan. Meniadakan Allah sebagai Sang Khaliq di setiap aktivitas. Sistem ini melahirkan kebebasan bagi generasi muda dalam bertingkah laku termasuk di era digitalisasi.
Berbeda dengan Islam ketika memandang mengenai digitalisasi dan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi dalam Islam adalah sesuatu yang mubah. Dalam Islam menggunakan kemajuan teknologi dalam hal ini game online secara berlebihan bahkan sampai menjadi candu bisa melalaikan kita dari keimanan dan termasuk kedalam perbuatan yang sia-sia. Padahal Allah Swt. melarang kita untuk melakukan perbuatan yang sia-sia. Sebagaimana firman Allah Ta ‘ala dalam Qur’an Surat Al Mu’minun ayat 3 yang artinya:
“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang sia-sia.”
Artinya bahwa Islam sangat menekankan untuk menjauhi perbuatan yang sia-sia atau dikenal dengan istilah “lahwun”.
Generasi yang cemerlang hanya dapat terwujud dalam suasana keimanan, yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami. Karena pendidikan dalam Islam memadukan antara keimanan dan ilmu yang sangat berpengaruh besar dalam setiap amal perbuatan. Maka tidaklah heran ketika pada masa kegemilangan Islam banyak melahirkan para cendekiawan dan ilmuwan diberbagai bidang ilmu. Sangat mustahil generasi cemerlang terlahir ketika syariat Islam tidak diterapkan diberbagai lini kehidupan.
Wallahualam bissawab
from Suara Inqilabi https://ift.tt/Gif71zx
May 07, 2024 at 08:40AM
Belum ada Komentar untuk "Game Online Jadi Candu, Generasi Cemerlang Mustahil Terwujud"
Posting Komentar